Pratiwi, Salwa and Ahwan, Ahwan and Qonitah, Fadilah (2024) AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK AIR, ETANOL, KLOROFORM TEH HIJAU (Camelia Sinensis L.) TERHADAP PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS. Tesis thesis, Unversitas Sahid Surakarta.
![]() |
Text
salwa pratiwi_Hal. Awal_ 2020141005 - salwa pratiwi.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
salwa pratiwi bab 1_ 2020141005_ - salwa pratiwi.pdf Download (367kB) |
![]() |
Text
salwa pratiwi bab 2 2020141005 - salwa pratiwi.pdf Download (510kB) |
![]() |
Text
salwa pratiwi bab 3 2020141005 - salwa pratiwi.pdf Restricted to Repository staff only Download (449kB) | Request a copy |
![]() |
Text
salwa pratiwi_bab 4_2020141005 - salwa pratiwi.pdf Restricted to Repository staff only Download (529kB) | Request a copy |
![]() |
Text
salwa pratiwi_bab 5_2020141005 - salwa pratiwi.pdf Download (299kB) |
![]() |
Text
salwa pratiwi_Daftar Pustaka_ 2020141005 - salwa pratiwi.pdf Download (367kB) |
![]() |
Text
salwa pratiwi_Lampiran_ 2020141005 - salwa pratiwi.pdf Download (1MB) |
Abstract
Jerawat adalah kondisi kulit yang sering terjadi pada wajah, leher, dada, dan punggung. Kelenjar minyak pada kulit sangat aktif, sehingga menyebabkan pori- pori kulit tersumbat oleh timbunan lemak. Salah satu faktor penyebab timbulnya jerawat yaitu infeksi bakteri Staphylococcus epidermidis, dan kondisi kulit. Pengobatan alternatif yang digunakan adalah tanaman yang memiliki manfaat sebagai antibakteri. Penelitian ini bersifat eksperimental. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya perbedaan uji aktivitas antibakteri Ekstrak Air (EA), Ekstrak Etanol (EE), dan Ekstrak Kloroform (EK) daun teh hijau (Camellia Sinensis.L) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis, Dalam pengujian aktivitas antibakteri digunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap ekstrak positif mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan tingkat daya hambat yang berbeda. Kategori daya hambat kuat dimiliki oleh EE 40% (12,41 ± 0,20) mm, EE 60% (14,4 ± 0,23) mm, EK 40% (11,5 ± 0,31) mm, dan EK 60% (13,3 ± 0,1) mm. Kategori daya hambat sedang dimiliki oleh EA 10%, (6.38 ± 0.15), EA 40% (8.53 ± 0.28), EA 60% (9.36 ± 0.21), EE 10% (9.76 ± 0.18 ) mm, dan EK 10% (7.38 ± 0.20) mm. Sedangkan daya hambat sangat kuat dimiliki oleh kontrol positif klindamisin 1,5% dengan rata-rata (30.83 ± 0.10) mm, dan daya hambat lemah dimiliki oleh kontrol negatif DMSO 1% sebesar (0.00 ± 0.00) Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak air, etanol dan kloroform daun teh hijau terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis yang berbeda secara signifikan (p value 0,000 < 0,05).
Item Type: | Thesis (Tesis) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | antibakteri; daun teh hijau; Staphylococcus Epidermidis. |
Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
Divisions: | Fakultas Sains, Teknologi dan Kesehatan > Farmasi |
Depositing User: | Yohana W |
Date Deposited: | 14 Mar 2025 04:42 |
Last Modified: | 14 Mar 2025 04:42 |
URI: | http://repository.usahidsolo.ac.id/id/eprint/3044 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |