Suryandari, Endang and Mardini, Mardini and Murtutik, Lilis (2013) FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONDISI PENDERITA TERHADAP KETERLAMBАТАN PENGOBATAN PENYAKIT KUSTA DI KABUPATEN SRAGEN. Skripsi thesis, Universitas Sahid Surakarta.
|
Text
Endang Suryandari_Hal. Awal_2010122187.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Endang Suryandari_Bab I_2010122187.pdf Download (883kB) |
|
|
Text
Endang Suryandari_Bab II_2010122187.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Endang Suryandari_Bab III_2010122187.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Endang Suryandari_Bab IV_2010122187.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Endang Suryandari_Bab V_2010122187.pdf Download (407kB) |
|
|
Text
Endang Suryandari_Daftar Pustaka_2010122187.pdf Download (264kB) |
|
|
Text
Endang Suryandari_Lampiran_2010122187.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Penyakit Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Kusta jika tidak tertangani akan menyebabkan perubahan fisik, sosial dan psikologis yang berupa ketidakmampuan dan keterbatasan. Dari sekian banyak penderita yang dilaporkan di Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, proporsi cacat tingkat II masih tinggi (>5%) yaitu sebanyak 25% (tahun 2010) dan 12,8% (tahun 2011). Kecacatan ini timbul karena adanya keterlambatan penderita dalam pengobatan. Keterlambatan pengobatan penyakit kusta dipengaruhi oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal penderita. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kondisi penderita terhadap keterlambatan pengobatan penyakit kusta di Kabupaten Sragen. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif, eksploratif, data dikumpulkan secara cross sectional. Penelitian ini dilakukan di semua Puskesmas yang ada kasus kusta di wilayah Kabupaten Sragen, pada tanggal 27 Juli 2012 sampai dengan 15 Agustus 2012. Teknik sampling yang dipilih dengan purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu semua penderita kusta yang mengalami keterlambatan pengobatan sebanyak 14 penderita. Kriteria terlambat yaitu penderita yang datang pertama untuk pengobatan adalah penderita tipe Multi Basiler (MB) yang sudah cacat. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dengan analisis regresi logistik dapat diketahui variabel pengetahuan menunjukkan nilai sig. sebesar 0,015, variabel sikap nilai sig.sebesar 0,015, variabel perilaku nilai sig. sebesar 0,009 dan variabel social ekonomi sig. sebesar 0,025, artinya signifikan karena lebih kecil dari 0,05. Kesimpulan: Faktor pengetahuan, sosial ekonomi, sikap dan perilaku mempengaruhi keterlambatan pengobatan (dengan nilai sig.<0,05). Sosial ekonomi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap keterlambatan pengobatan penderita kusta (sig.sebesar 0,025) dan dari data statistik (penghasilan penderita rata-rata rendah < Rp.500.000,-). Disarankan agar Dinas Kesehatan meningkatkan akses informasi tentang kusta diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap, perilaku masyarakat menjadi lebih baik, dan Dinas Sosial bisa memberikan pendidikan ketrampilan dan mendayagunakan pasien kusta sehingga taraf hidupnya meningkat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keterlambatan pengobatan penyakit kusta, pengetahuan, sosial ekonomi, sikap dan perilaku |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Fakultas Sains, Teknologi dan Kesehatan > Keperawatan |
| Depositing User: | Yohana W |
| Date Deposited: | 23 Mar 2026 03:23 |
| Last Modified: | 23 Mar 2026 03:23 |
| URI: | http://repository.usahidsolo.ac.id/id/eprint/4026 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
