Hubungan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan Repiratory Distress Syndroma (RDS) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen

HASTUTI, Tri and Arumawati, Dhani Setya and Suwarni, Anik (2015) Hubungan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan Repiratory Distress Syndroma (RDS) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Skripsi thesis, Universitas Sahid Surakarta.

[img] Text
SKRIPSI HAL. AWAL.pdf

Download (2MB)
[img] Text
SKRIPSI BAB I.pdf

Download (1MB)
[img] Text
SKRIPSI BAB II.pdf

Download (1MB)
[img] Text
SKRIPSI BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
SKRIPSI BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
SKRIPSI BAB V.pdf

Download (1MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (4MB)

Abstract

Latar belakang: BBLR adalah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gram. Insiden BBLR/prematur adalah 29% dan merupakan salah satu faktor terpenting kematian neonatal. Respiratory distress syndroma /sindrom distress respirasi atau sindroma gangguan nafas dikenal juga penyakit membran hialin adalah suatu keadaan meningkatnya kerja pernafasan yang ditandai dengan: takipnea, retraksi, sianosis, grunting. Pada bayi BBLR terjadi imaturitas sistem imunologi dan ketidakoptimalan fungsi motorik dan autonom pada awal kehidupannya serta surfaktan paru yang tidak adekuat merupakan penyebab utama terjadinya respiratory distress syndroma. Faktor resiko terjadinya respiratory distress syndroma adalah BBLR, bayi kurang bulan/prematur. Menurut data medis RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen tahun 2013 jumlah seluruh bayi yang lahir adalah 2195 bayi. Angka kesakitan bayi dengan BBLR sebesar 18,49% dan BBLR yang mengalami respiratory distress syndroma adalah sebesar 66,01%. BBLR yang meninggal dengan diagnosa sindroma gangguan nafas sebanyak 76,47% dan merupakan penyebab tertinggi kematian neonatus di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan berat bayi lahir rendah (BBLR) dengan respiratory distress syndroma di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Kabupaten Sragen. Metode: Desain penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan observasional. Populasi penelitian ini adalah 30 BBLR yang lahir pada tanggal 22 Desember 2014-22 Januari 2015. Teknik sampling menggunakan incidental sampling. Didapatkan besar sampel 29 responden dan menggunakan uji korelasi Chi Square Hasil: Penelitian didapatkan nilai X2 hitung adalah 10,414 nilai P= 0,005 dan dibandingkan dengan X2 tabel dengan df=2 dan taraf kesalahan α=0,05 diperoleh nilai 5,991. Karena nilai X2 hitung > X2 tabel (10,414>5,991) . Kesimpulannya adalah ada hubungan yang signifikan antara berat bayi lahir rendah (BBLR) dengan respiratory distress syndroma di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Kabupaten Sragen.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: BBLR, respiratory distress syndroma
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Sains, Teknologi dan Kesehatan > Keperawatan
Depositing User: Dwi Ratna Sari
Date Deposited: 25 May 2026 06:23
Last Modified: 25 May 2026 06:23
URI: http://repository.usahidsolo.ac.id/id/eprint/4079

Actions (login required)

View Item View Item