ENJELINA, Sinta Mei and Pambudi, Risma Sakti and Ahwan, Ahwan (2025) Potensi Antibakteri Sediaan Salep Kombinasi Ekstrak Putri Malu (Mimosa pudica) dan daun Jarak Pagar (Jatropha curcas) Terhadap Staphylococcus aureus. Skripsi thesis, Universitas Sahid Surakarta.
![]() |
Text
Sinta Mei Enjelina_Hal.Awal_2021141008-1.pdf Download (466kB) |
![]() |
Text
Sinta Mei Enjelina_Bab 1_2021141008-1.pdf Download (72kB) |
![]() |
Text
Sinta Mei Enjelina_Bab II_2021141008-1.pdf Download (288kB) |
![]() |
Text
Sinta Mei Enjelina_Bab III_2021141008-1.pdf Restricted to Repository staff only Download (163kB) | Request a copy |
![]() |
Text
Sinta Mei Enjelina_Bab IV_2021141008-1.pdf Restricted to Repository staff only Download (270kB) | Request a copy |
![]() |
Text
Sinta Mei Enjelina_Bab V_2021141008-1.pdf Download (61kB) |
![]() |
Text
Sinta Mei Enjelina_Daftar Pustaka_2021141008-1.pdf Download (205kB) |
![]() |
Text
Sinta Mei Enjelina_Lampiran_2021141008-1.pdf Download (909kB) |
Abstract
Penyakit infeksi kulit merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Salah satu penyebab utamanya adalah bakteri Staphylococcus aureus. Senyawa seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tannin, dan fenol terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan daya hambat salep kombinasi ekstrak putri malu (Mimosa pudica) dan daun jarak pagar (Jatropha curcas) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Salep antibakteri dibuat menggunakan kombinasi ekstrak putri malu dan daun jarak pagar dalam tiga formula, yaitu formula 1 (3:1), formula 2 (2:2), dan formula 3 (1:3). Uji fisik salep meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, dan daya sebar. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode cakram, dan data dianalisis dengan uji One-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel memiliki aktivitas antibakteri. Kategori daya hambat kuat dimiliki oleh kontrol positif (salep kloramfenikol 2%) dengan rata-rata zona hambat sebesar (19,45 ± 0,30) mm. Formula dengan perbandingan 1:3 menghasilkan zona hambat rata-rata sebesar (18,04 ± 0,05) mm, diikuti formula 2:2 (17,27 ± 0,34) mm, dan formula 3:1 (15,03 ± 0,30) mm. Kontrol negatif (basis salep tanpa bahan aktif) tidak menunjukkan zona hambat (0 ± 0,00) mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ketiga formula salep (3:1, 2:2, dan 1:3) terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,05).
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Putri Malu; Jarak Pagar; Antibakteri; Staphylococcus aureus, Kloramfenikol |
Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
Divisions: | Fakultas Sains, Teknologi dan Kesehatan > Farmasi |
Depositing User: | Sinta Mei Enjelina |
Date Deposited: | 14 Aug 2025 07:35 |
Last Modified: | 14 Aug 2025 07:35 |
URI: | http://repository.usahidsolo.ac.id/id/eprint/3187 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |