Syaifuddin, Muhammad and Primasanti, Yunita and Indriastiningsih, Erna (2025) Analisis Resiko Keselamatan Kerja Penanganan Longsor Tebing dengan Menggunakan Metode HERARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) untuk Mengurangi Frekuensi Insiden Operasional Tambang di PT Semen Gresik. Skripsi thesis, Universitas Sahid Surakarta.
![]() |
Text
M Syaifuddin_2022052020_Hal Awal_1-15.pdf Download (509kB) |
![]() |
Text
M Syaifuddin_2022052020_BAB I_16-21.pdf Download (39kB) |
![]() |
Text
M Syaifuddin_2022052020_BAB II_22-70.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
M Syaifuddin_2022052020_BAB III_71-78.pdf Restricted to Repository staff only Download (291kB) | Request a copy |
![]() |
Text
M Syaifuddin_2022052020_BABIV_79-129.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
![]() |
Text
M Syaifuddin_2022052020_BAB V_130-140.pdf Download (745kB) |
![]() |
Text
M Syaifuddin_2022052020_BAB VI_141-143.pdf Download (28kB) |
![]() |
Text
M Syaifuddin_2022052020_Daftar Pustaka_144-146.pdf Download (93kB) |
![]() |
Text
M Syaifuddin_2022052020_Lampiran_147-152.pdf Download (1MB) |
Abstract
Keselamatan kerja merupakan aspek penting dalam industri, terutama dalam pekerjaan yang berisiko tinggi seperti penanganan longsor tebing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai risiko, dan mengendalikan risiko menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) guna mengurangi frekuensi insiden operasional di PT Semen Gresik. Metode penelitian yang digunakan mencakup survei lapangan, observasi langsung, wawancara dengan tenaga kerja, serta analisis data menggunakan pendekatan HIRARC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan metode ini, terdapat sejumlah pekerjaan yang masuk dalam kategori high risk dan extreme risk. Setelah dilakukan tindakan pengendalian risiko, tingkat risiko dapat dikendalikan, dengan sebagian besar pekerjaan berada dalam kategori moderate risk dan low risk. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan pendekatan PQCDSME (Productivity, Quality, Cost, Delivery, Safety, Morale, Environment) untuk menganalisis dampak keselamatan kerja terhadap berbagai aspek operasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan keselamatan kerja tidak hanya mengurangi insiden kecelakaan tetapi juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas, penurunan biaya operasional akibat insiden, serta meningkatkan kualitas dan efisiensi proses hauling. Penelitian ini merekomendasikan perubahan desain lereng dari single slope menjadi multi slope, yang terbukti lebih efektif dalam meredam longsor dengan nilai Safety Factor (SF) sebesar 1,742. Implementasi manajemen keselamatan kerja juga disarankan untuk ditingkatkan melalui peningkatan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi industri pertambangan dalam meningkatkan keselamatan kerja serta mengurangi insiden operasional yang dapat menghambat produktivitas perusahaan.
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | HIRARC, Keselamatan Kerja, Longsor Tebing, Manajemen Risiko |
Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management |
Divisions: | Fakultas Sains, Teknologi dan Kesehatan > Teknik Industri |
Depositing User: | Muhammad Syaifuddin |
Date Deposited: | 26 Aug 2025 07:28 |
Last Modified: | 26 Aug 2025 07:28 |
URI: | http://repository.usahidsolo.ac.id/id/eprint/3196 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |