FEBRIANA, Teza Ramananda and Wisudawanto, Rahmat and Kartinawati, Erwin (2026) Analisis Semiotika Tindakan Bullying pada Drama Korea Deserter Pursuit Season 2. Skripsi thesis, Universitas Sahid Surakarta.
|
Text
TEZA RAMANANDA FEBRIANA_HALAMAN AWAL_2019072004.pdf Download (8MB) |
|
|
Text
TEZA RAMANANDA FEBRIANA_BAB I_2019072004.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
TEZA RAMANANDA FEBRIANA_BAB II_2019072004.pdf Download (7MB) |
|
|
Text
TEZA RAMANANDA FEBRIANA_BAB III_2019072004.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
TEZA RAMANANDA FEBRIANA_BAB IV_2019072004.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
TEZA RAMANANDA FEBRIANA_BAB V_2019072004.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
TEZA RAMANANDA FEBRIANA_DAFTAR PUSTAKA_2019072004.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
TEZA RAMANANDA FEBRIANA_LAMPIRAN_2019072004.pdf Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi tindakan bullying dalam drama Korea Deserter Pursuit Season 2 menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Drama ini dipilih karena mengangkat fenomena bullying dalam lingkungan militer Korea Selatan secara realistis serta merepresentasikan relasi kuasa, budaya senioritas, dan penyalahgunaan wewenang yang berdampak pada kondisi psikologis korban. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes melalui analisis makna denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui observasi terhadap adegan-adegan yang mengandung tindakan bullying, didukung dokumentasi serta studi pustaka dari berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi bullying dalam. Deserter Pursuit Season 2 tidak sekadar menghadirkan gambaran kekerasan di lingkungan militer, tetapi juga membangun kritik terhadap ideologi yang melegitimasi budaya senioritas sebagai mekanisme pembentukan disiplin. Melalui analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini mengungkap bahwa tanda-tanda visual, dialog, dan perilaku tokoh membentuk mitos mengenai normalisasi kekerasan yang telah mengakar dalam sistem hierarkis. Representasi tersebut menunjukkan bahwa bullying diposisikan sebagai praktik yang diwariskan dan dianggap wajar, padahal menyimpan dampak serius terhadap martabat, kesehatan mental, dan kehidupan sosial korban. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi kajian Ilmu Komunikasi, khususnya studi semiotika media, dengan menunjukkan bahwa media audiovisual tidak hanya merepresentasikan realitas sosial, tetapi juga membangun serta mengkritisi ideologi yang berkembang dalam masyarakat melalui sistem tanda yang dihadirkannya. Dengan demikian, drama Deserter Pursuit) Season 2 berperan sebagai media komunikasi yang mendorong kesadaran kritis masyarakat terhadap praktik bullying, penyalahgunaan kekuasaan, dan budaya kekerasan yang masih terjadi dalam berbagai institusi sosial.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bullying, Semiotika Roland Barthes, Drama Korea |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Sosial, Humaniora dan Seni > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Teza Ramananda Febriana |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 03:23 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 03:23 |
| URI: | https://repository.usahidsolo.ac.id/id/eprint/4205 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
