PRAMESTI, Willy Anggita Rimba and Purnomosidi, Faqih and Ernawati, Sri (2026) Resiliensi Narapidana Wanita di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sragen. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11 (3). pp. 301-317. ISSN 2548-6950
|
Text
Willy Anggita Rimba Pramesti_Hal. Awal_2022031057.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Willy Anggita Rimba Pramesti_BAB I-II_2022031057.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Willy Anggita Rimba Pramesti_BAB III - IV_2022031057.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
Willy Anggita Rimba Pramesti_BAB V_2022031057.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Willy Anggita Rimba Pramesti_DAFTAR PUSTAKA_2022031057.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Willy Anggita Rimba Pramesti_LAMPIRAN_2022031057.pdf Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada narapidana wanita di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sragen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian berjumlah enam narapidana wanita sebagai informan utama dan satu orang petugas Penjaga Pengamanan Wanita (P2W) sebagai informan pendukung, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap awal menjalani masa pidana, informan mengalami guncangan psikologis berupa rasa jenuh, penyesalan mendalam, dan penolakan terhadap kenyataan hukum yang dihadapi. Seiring berjalannya waktu, informan menunjukkan penguatan pada ketujuh aspek resiliensi, yaitu regulasi emosi melalui aktivitas spiritual (sholat, dzikir, dan kegiatan kerohanian), kontrol impuls melalui penghindaran konflik, optimisme terhadap masa depan pasca-pidana, analisis kausal yang reflektif, empati melalui relasi kekeluargaan antarsesama warga binaan, efikasi diri melalui kepatuhan terhadap aturan dan kemandirian, serta reaching out berupa harapan dan rencana konkret untuk kehidupan setelah bebas. Dukungan sosial dari sesama narapidana dan pendampingan petugas lapas berperan penting sebagai faktor pemediasi dalam proses resiliensi, baik melalui relasi kekeluargaan, dukungan emosional, maupun pendekatan pendampingan yang mengedepankan komunikasi. Proses resiliensi berlangsung secara bertahap dan bersifat individual, karena masih ditemukan variasi tingkat pencapaian pada masing-masing informan yang dipengaruhi oleh usia, latar belakang pendidikan, jenis kasus, serta lamanya masa pidana. Dengan demikian, pengalaman menjalani masa pidana tidak selalu berakhir pada keterpurukan psikologis yang permanen, tetapi dapat menjadi titik balik pertumbuhan pribadi berupa penguatan kemandirian, penerimaan diri, dan kesiapan membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lembaga Pemasyarakatan, Narapidana Wanita, Resiliensi |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Fakultas Sosial, Humaniora dan Seni > Psikologi |
| Depositing User: | Willy Anggita Rimba Pramesti |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 04:49 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 04:49 |
| URI: | https://repository.usahidsolo.ac.id/id/eprint/4287 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
